Usaha Depot Isi Ulang Galon vs Air Minum Dalam Kemasan, Untung Mana? Poso, Sulawesi Tengah

Bisnis air minum jadi salah satu peluang bisnis yang tak pernah kehilangan pasar. Pasalnya setiap bidang usaha membutuhkan air minum untuk konsumsi. Inilah yang membuat Uusaha Air Isi Ulang maupun perusahaan Air Minum Dalam Kemasan lazim ditemui.
Meski sama-sama bergerak di bidang air minum, keduanya memiliki ciri khas yang berbeda. Hambatan, target pasar, hingga peluang profitnya pun tak sama. Sebab kedua model bisnis ini punya keunggulan sendiri.
Air Bersih sebagai Peluang Usaha yang Stabil
Air bersih siap konsumsi bukan hanya sebagai kebutuhan dasar manusia, tapi juga menjadi produk yang selalu dicari. Pasalnya permintaan akan air bersih konsumsi tak pernah turun, berbeda dengan produk minuman kekinian yang silih berganti.
Bahkan seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas urbanisasi, kebutuhan air konsumsi justru naik tiap tahunnya. Inilah mengapa usaha di bidang pengolahan air seperti depot air minum, distribusi air kemasan, maupun pengolahan air bisa menjadi pilihan menarik.
Belum lagi semakin banyak orang yang peduli dengan kesehatan dan kualitas air konsumsi. Mengingat jenis minuman kekinian, minuman kaleng atau minuman manis terus menurun peminatnya. Inilah kesempatan besar untuk menghadirkan air minum yang bersih, terjamin, dan aman dikonsumsi.
Mengenal Usaha Depot Air vs AMDK
Sebelum menggeluti bisnis air minum, ada baiknya Anda mengetahui seluk-beluk dari usaha depot air dan AMDK secara menyeluruh.
Depot Air Minum Galon
Bisnis air isi ulang atau depot air galon merupakan bisnis yang cukup menguntungkan. Alasannya karena Anda hanya perlu menyediakan air siap konsumsi, sedangkan pelanggan membawa galon kosong untuk diisi. Tentunya air yang Anda siapkan harus melalui proses filtrasi dan pengolahan yang baik.
Kelebihan model bisnis ini adalah biaya investasi kecil untuk pembelian mesin dan alat operasional. Walau demikian, waktu balik modalnya cukup singkat karena permintaannya yang cenderung stabil, terutama di area pemukiman padat.
Usaha ini juga tidak memerlukan izin distribusi kompleks. Dengan kata lain, usaha ini cocok untuk Anda yang ingin memulai bisnis dengan resiko rendah namun punya peluang keuntungan besar.
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)
Berbeda dengan usaha depot air minum isi ulang, usaha ini lebih berfokus pada proses produksi, pengemasan, dan distribusi air siap minum. Umumnya air dikemas dalam botol plastik, cup, atau galon dengan tambahan merek tertentu.
Modal untuk memulai bisnis ini tentu lebih besar karena melibatkan proses sertifikasi seperti BPOM, SNI, hingga izin edar. Belum lagi Anda harus memiliki fasilitas produksi dan jaringan distribusi yang luas.
Namun bukan berarti bisnis ini tak memiliki keunggulan. Jika berhasil, potensi ekspansinya jauh lebih besar. Dengan branding masif, Anda bahkan bisa menjangkau pasar regional hingga nasional sekaligus meraup keuntungan besar.
Kelebihan dan Kekurangan Usaha Depot Air Minum VS AMDK
Baik depot air minum atau AMDK punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pertimbangkan aspek berikut sebelum menentukan pilihan.
Kelebihan dan Kekurangan Usaha Usaha Air Minum Isi Ulang
Depot air minum isi ulang memiliki keunggulan berupa proses kerja yang tidak rumit. Sistem isi ulang air minum juga lebih ramah lingkungan, karena meminimalisir pemakaian botol plastik baru. Dengan efisiensi dalam pengoperasiannya, usaha ini juga berpeluang mendapatkan pendapatan stabil karena pelanggan Anda tinggal dekat dengan posisi bisnis.
Akan tetapi hal tersebut juga bisa menjadi kekurangan, sebab jangkauan pasar Anda cenderung terbatas. Jika hendak meraih konsumen lebih besar, Anda harus membuka cabang baru atau menawarkan jasa pengiriman. Belum lagi dengan banyaknya pesaing, yang akhirnya menurunkan laba per galon menjadi kecil karena laba sedikit.
Kelebihan dan Kelemahan Usaha AMDK
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, usaha AMDK memiliki pasar yang jauh lebih besar. Prospek perkembangan usahanya pun sangat menjanjikan jika Anda mengelola brand dengan strategi yang benar. Sebagai industri skala besar, bisnis Anda lebih mudah untuk dibuat seragam prosesnya yang akhirnya bisa memperkuat trust pelanggan.
Kekurangan dari bisnis AMDK adalah investasi awalnya yang besar, belum lagi dengan pengurusan regulasi serta sertifikasi. Setelah produk jadi, Anda pun masih harus mengatur pengiriman dan distribusi agar produk bisa dikirim ke pelanggan. Jika tidak ditangani secara benar.
Modal Awal dan Perhitungan Keuntungan
Estimasi Investasi Awal dan Biaya Operasional
Apabila Anda ingin membuka usaha depot air minum, perkiraan modalnya mulai dari Rp50 juta, tergantung pada ukuran dan grade mesin filtrasi yang digunakan. Modal tersebut sudah termasuk pembelian alat filtrasi, instalasi pipa dan tandon air, peralatan pendukung seperti galon, serta sewa ruang usaha untuk ruang usaha.
Lain halnya dengan bisnis AMDK, setidaknya Anda harus menyiapkan modal mulai dari Rp500 juta hingga miliaran rupiah. Angka tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin produksi, pembuatan pabrik sekaligus tempat penyimpanan, perizinan sertifikasi, operasional, serta pemasaran brand.
Potensi Omzet dan Profit
Umumnya depot isi ulang bisa menjual antara sekitar 100 sampai 200 galon tiap harinya. Jika harga jualnya sekitar enam ribu rupiah, maka Anda bisa mendapat pendapatan bulanan mulai dari Rp15 juta. Setelah dikurangi dengan biaya operasional seperti sumber air, listrik, serta gaji karyawan, setidaknya Anda bisa mengantongi antara Rp5-7 juta.
Sedangkan AMDK punya omzet yang lebih besar karena jumlah produksinya yang tinggi. Andaikan Anda bisa memproduksi sekitar 10.000 botol dengan harga jual dua ribu rupiah tiap harinya, setidaknya Anda akan mendapat profit sekitar empat ratus juta rupiah. Meski cukup besar, namun marginnya lebih kecil karena Anda harus membayar biaya distribusi, promosi, serta biaya produksi besar.
Tantangan dan Persaingan Bisnis
Kompetitor dari depot air minum adalah bisnis serupa di area lokal. Persaingan biasanya terjadi di ranah harga produk dan tarif delivery. Agar bisa bertahan, Anda harus menjaga mutu air, service quality, sanitasi galon, dan harga bersaing.
Sebenarnya usaha AMDK juga punya tantangan yang sama, yakni kompetitor besar yang sudah memiliki distribusi nasional. Anda juga harus menghadapi kompetisi usaha dengan aspek yang lebih rumit, seperti marketing cost dan market penetration.
Mana Usaha yang Lebih Menguntungkan?
Menentukan mana yang lebih menguntungkan antara usaha isi ulang air galon dan AMDK sebenarnya tergantung kapasitas usaha Anda. Keduanya sama-sama memiliki potensi keuntungan besar karena bergerak di sektor kebutuhan primer, yakni air minum layak konsumsi.
Bagi Anda yang tertarik untuk memulai UKM, membangun depot air minum bisa jadi pilihan. Apalagi Anda bisa mendapatkan mesin depot air terbaik dari brand Lux Ecogreen.
Sebagai penyedia mesin depot air, Lux Ecogreen menghadirkan mesin berstandar premium sesuai Depkes RI. Air yang dihasilkan pun tak hanya higienis dan layak minum, tapi juga aman konsumsi karena menggunakan Pre Filter dan Membran RO.
Dengan dukungan peralatan berkualitas dan teknologi canggih filtrasi air dari Lux Ecogreen, usaha depot air minum Anda bisa bersaing dengan kompetitor dan menjadi model bisnis yang stabil serta profitabel.
Jika Anda sedang mencari mesin Depot Air Minum Isi Ulang, Mesin RO, Mesin AMDK, sampai Mesin WTP, pilih saja Lux Ecogreen – Luxury For Life, ahli water treatment untuk berbagai kebutuhan air bersih.
KLIK TOMBOL WA DI BAWAH – KONSULTASI GRATIS




Comments are closed